Curug Seribu – Bogor

25 Jun

Yak, maapkan pemirsa, diriku baru sempat mengisi blog lagi pada masa-masa sekarang berhubung sibuk nih. Foto-foto kegiatan sih sudah miss diskon usahakan untuk selalu disimpan d HP. Sampai dah numpuk foto-fotonya, tp nulis blognya belum sempet2. Tp tetep simak blog ane yak. :D

Baiklah, kali ini miss diskon mo cerita ttg petualangan miss diskon dkk ke Curug Seribu – Bogor. As usual, awal-awal sih itinerary-nya banyak dan puuaaanjanggg…Tujuan utama kita adalah mo k Kawah Ratu, Curug Seribu, sama Curug Cigamea di Bogor daerah Kawasan wisata alam Gunung Salak Endah.  Trus after that kita go wisata kuliner di Bogornya. Tp ternyataaa…kenyataan tidak seindah plan-nya. Lebih indah malah…:P

Perjalanan dari Jakarta menuju bogor diawali dengan berkumpulnya empat sekawan di St. Juanda. Kita plan ngumpul jam 7 pagi di st. juanda buat ngejar kereta express jam 07.17 (jadwal keretaJakarta bogor bs dicek d krlmania atau website KRL Commuter). Perkiraan akan sampai di Bogor jam 08.30 meleset jauh. Untuk hari Sabtu, ternyata kereta jam 07.17 itu tidak ada dan jadwal paling cepatnya adalah jam 07.42. Sambil duduk d peron st. Juanda, jadilah kita pengamat beberapa kereta ekonomi dan ekonomi AC yang bersliweran di hari Sabtu. :P

kereta express jakarta - bogor

Berbekal duit 11rb buat naik ekspress, sampai jg kita jam 9 pg di st. bogor. Sampai d st bogor, miss diskon dkk langsung menuju KFC terdekat buat pesan take-away nasi + ayam buat jadi bekel makan siang di jalan untuk menghemat waktu.

Tim ekspedisi sudah mengambil keputusan sebelumnya bahwa untuk k kawasan wisata alam gunung salak endah ini kita akan carter angkot. Lagi-lagi dgn pertimbangan tuk menghemat waktu dan biaya. :P FYI, menurut beberapa info yg didapat dr Internet sebelumnya perjalanan k lokasi dr st bogor takes sekitar 1 – 1.5 jam untuk sampai, tidak ada angkot yang langsung dan harus sambung menyambung angkot + kendaraan lainnya. Menurut review dari blog2 orang sih biaya sambung2nya itu sekitar 50rb-an per org PP. Jd kl ber-4 itung2 bs lebih murah lah kl kita carter. :D

Akhirnya kita dapat deal jg dengan bpk2 angkot yang lg mangkal d depan stasiun. Dtawar PP 150rb. 1/2 jam pertama perjalanan dihabiskan becanda2 d dlm angkot. 1 jam pertama dah mulai menikmati pemandangan. 1.5 jam pertama dah mulai resah kalau2 kita nyasar soalnya kok gak nyampe2 yak. Wajar dong resah, berhubung abang angkotnya pas kita nawar kyknya jg gak PD soal arahnya, sampai harus tanya tukang becak yg mangkal pas di sebelahnya. Kita pun semakin mengamati rambu2 jalan dan alamat. ^^;

Akhirrrrnnyaa…setelah nyaris 2 jam ngangkot, kita sampai jg d lokasi. Pas masuk masing2 d kasih karcis masuk kawasan wisata dan bayar 6rb. Kita dah bingung, pas nyampe cm ada peta gede d pintu masuk terus rambu2 ga jelas. Awalnya kita mengira Kawah Ratu, curug seribu dan curug cigamea itu berada dalam 1 rute dan jalannya lempeng2 aja. Ternyata nggak. Untuk temen2 yang mau kesini sangat disarankan buat TANYAARAH DULU SEBELUM MENDAKI yaaa…soalnya jalannya bercabang2 gt dan KALAU NYASAR FATAL SEKALI! Yang paling deket dari pintu masuk adalah rute trekking untuk ke Curug Cigamea. Agak naik, akan ketemu percabangan 2. Yang satu ke kawah ratu, yang lainnya untuk ke curug seribu.

Di dua percabangan itu kita udah mulai bingung. Untung sebelum asal milih jalan, kita sempat tanya dulu ke orang warung dekat situ. Kata mba warungnya. Untuk ke kawah ratu, kita ga bisa pergi sendiri. Harus sewa orang lokal sana karena ada resiko kesasar. Dia juga tidak menganjurkan kita untuk trekking karena sudah kesiangan (kita sampai dsana jam 1/2 12) dan rutenya itu cukup jauh. Takutnya nanti ga bisa balik karena sudah kemalaman. Whew, untung aja nanya. Kalau ga bs kesasar d gunung! Ya sudah deh. Akhirnya kita milih ke Curug Seribu aja. O ya, buat masuk Curug Seribu ada gerbangnya lg dan harus bayar 4rb.

warung dan pemandangan setelah melewati gerbang curug seribu

Note: buat temen2 yg kemampuan olahraganya seperti saya yg notabene bukan atlet and kalau dsuruh trekking aja seringan kepleset en mesti dipegangin, you might want to consider trekking ke Curug Cigamea aja instead of Curug Seribu untuk berbagai alasan berikut:

  • Rutenya one way berhasil kita tempuh setelah trekking 1.5 jam!!! Yah, dgn kekuatan fisik dan napas yg pas2an (pengaruh faktor “umur”) + bawaan kamera, tripod dan bekel2 makan siang, jadilah kita trekking dengan berbagai posisi dan gaya. :P
  • Trayek trekking kita tidak mulus. Jangan dibayangkan berbentuk jalan, tangga yg udah disemen dengan railing2 untuk pegangan ya. FYI, bentuknya jalan setapak berbatu yg lebarnya sekitar 1 meteran dan di kanannya dah jurang ding. Sangat dsarankan untuk pakai sepatu olahraga yg pakem, pk backpack, dan travel light.

Perjalanan trekkingnya untuk miss diskon dkk yg tdk biasa memang bikin lelah pemirsa. Setelah makin jauh jalan lama-lama gayanya trekkingnya makin malu-maluin. :P. Dari masih berdiri dgn mantapnya, sampai akhirnya harus ngesot bak kadal or tokek menuruni bebatuan…

gaya trekking - before after

Akhirnyaaaaa perjuangan 1.5 jam kita trekking really PAID OFF! Sampai jg kita di Curug Seribu. Curug yang tingginya kira-kira 50m ini benar2 luar biasa! :D. Laju airnya benar2 kencang dan membuat suara bergemuruh yang sudah kita dengar dari jauh ketika trekking. Pemandangannya WOW! Banyak batu besar2 yang menurut bayangan miss diskon mgkn mirip dgn batu yg di pantai Belitung film Laskar Pelangi itu ya. Pas dsini, kondisi kaki dah cape tp hati happy. Langsung copot sepatu en rendem kaki. Airnya dingin en seger bgt, jdnya efeknya bener2 soothing banget. Berhubung dah kelewat cape, somehow nasi + ayam KFC itu walau sudah dingin berasa jd enak and nikmat banget. FYI, tiba di curugnya jgn dibayangin byk tempat jualan or gerobak2 makanan ya :P. Kudu bawa bekel pemirsa :D

curug seribu

curug seribu - another view

Setelah 1 jam kita main2 di air terjun, kita langsung balik biar gak kesorean sampai di st. bogor lagi. Trekking balik lebih cepat dibanding ketika kita ke curug. Sekitar 45 menit-an. After that, another 2 hours going back to st.bogor. Kita minta abang angkotnya untuk drop kita di Jl Pangrango buat makan sore di Kedai Kita sebelum balik Jakarta. And berhubung kasian ma si abang gr2 rute yang jauh + lama nunggu, kita naikkan bayaran si abang jadi 200rb.

Singkat cerita setelah makan di kedai kita, miss diskon dkk sempat ngider2 sebentar di daerah situ untuk beli oleh2 buat orang rumah. Walau dah malem, tp masih banyak kafe2 or tmpt makanan yg buka. Co: makaroni panggang, Klaapertart, rumah Cupcake dll.

After ngeborong kita lgsg bergegas balik ke st.bogor naik angkot 03. Naik kereta ekonomi AC yg berhenti di tiap stasiun, sampailah jua kami d Jakarta sekitar jam 10 malam. Wheww, a tiring yet fun day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: