Advertisements

Kopitiam Oey – Jalan Sabang

25 Mar

Pemirsa, kali ini kita bahas past experiences miss diskon dkk hunting wiskul ya. Foto2 wisata kuliner sudah miss diskon kumpulin dari kapan tahun. :P. Tp ya itulah, memang dasar mood2an ngeblog,  foto2 teronggok gt aja di storage card HP. Blum dipindah2in and dipilah2 until now. Ck3…shame on me pemirsa. 😛

Baiklah, yoshhh! Semangat, ayo kita review lg beberapa tempat wiskul ya. Kita mulai dgn Kopitiam Oey Sabang. Ehem2, siapa sih yg gak kenal master of wisata kuliner Pak “Bondan Winarno”? Knowledgenya ttg makanan bener2 top markotop dan beberapa tempat rekomendasi dari pak Bondan jg highly recommended. Sampai2 ngeliat si pak maknyuss di tv nyoba2 makanan kok ya bs bikin yg nonton jg ikutan laper dan ngiler gt. Nah, dari browsing internet, miss diskon baru tahu kalau kopitiam oey sabang ini punyanya pak Bondan.  

Singkat cerita, setelah meluncurkan rayuan pulau kelapa ke temen2 kantor, meluncurlah tim wiskul yg terdiri dari 4 orang untuk makan siang ke daerah sabang dan menyambengi si Kopitiam Oey ini. Lokasi kopitiam Oey ini sendiri dekat dengan perempatan lampu merah jalan agus salim dan kebon sirih. Ruko ke 2 setelah hook kios “The Baked Goods”.

Sampai disini,  kesan pertama, tempatnya kecil dan gak terlalu besar ya. Gaya dekorasinya sih antik jg. Pajangan piring2 cina kuno di dinding, penerangan (lampu) langit2 di dalam kandang burung dan meja bundar dari marmer komplit dgn kursi nuansa tempoe doeloe.

Begitu disodori menu, bacanya aga2 jelimet, Huehehe…karena tulisannya jg tempoe doeloe dgn ejaan lama bgt bahkan sebelum miss diskon lahir kayaknya. :P. Menu makanan terbagi 3, menu sarapan, makan siang dan makan malam. Gak semua makanan available untuk dipilih. Tergantung jam pemirsa datang di kopitiamnya. Kalau datangnya pas makan siang, cm menu makan siang yg bs dipilih. Hu3…after liat menunya, miss diskon berasa salah timing nih. Menu makan siangnya kok ya kurang menarik dibanding menu makan malamnya ya.

Aniwei, berhubung udah laper. Kita akhirnya pesan soto tangkar, nasi biryani, dan lontong cap gomeh plus teh tawar panas. Yak, begitu makanan datang, kita udah excited untuk menyicipi kuliner kita siang itu. Hasilnya….eng ing engg…it was a BIG dissapointment. I must say that the food is over rated and over priced. Huaaaaa monang ga sih. Porsi yang datang ga begitu besar untuk makanan dengan harga 30rban lebih. Tastenya pun std banget.

Nasi biryaninya, temanku bilang aneh bumbunya. Katanya sih kbnyakan rempah gt. Soto tangkar biasa aja. Dan lontong cap gomeh pesenan miss diskon jg mengecewakan. Lontongnya kelewat lembek. Sayurnya labunya ga panas + dagingnya dikiiiitttt banget. Honestly miss diskon berasa kok kyk makan lontong sayur abang2 ya. I had a better lontong cap gomeh elsewhere with less than 25K per portion. Pak Bondannn…saya mo protesss nihh…I’m a big fan of you, but the food yang disajikan disini bener2 need improvements Pak.

At the end, miss diskon feel really bad sama temen2 kantor karena disamping rasa makanannya yang kurang, total kerusakan per org jg hampir 40K lebih (Teh celup sosro aja harganya 8rb bo segelas). Hu3, maap ya prens, wiskul kita kali ini gagal nih. 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: